PNPM P2DTK Lampung


Provincial Management Concultant (PMC) atau disebut juga Konsultan Manajemen Propinsi (KM-Prov) adalah tenaga menejerial yang profesional ditingkat provinsi, merupakan kepanjangan tangan dari Konsultan Manajemen Nasional (KM-NAS) Konsultan Manajemen Propinsi Lampung terdiri dari seorang Koordinator (KM Prov), seorang Tenaga Ahli bidang Manajemen Informasi (MIS) dan seorang tenaga Ahli bidang Penanganan dan Pengaduan (Handling Complaint Unit), dalam menjalankan tugasnya KM-Provinsi melakukan pendampingan, serta monitoring ke lokasi lapangan setiap sub projek baik kabupaten oleh KM-Kab dan Konsultan Kecamatan (FK), serta bertanggungjawab secara langsung dan melaporkan setiap hasil aktualitas perkembangan pelaksanaan program kepada Konsultan Nasional. Cakupan wilayah kerja Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Daerah Tertinggal dan Khusus (PNPM Mandiri P2DTK) Propinsi Lampung semenjak awal Siklus Tahun 2007  dan sampai saat ini terdiri 3 Kabupaten dan 17 Kecamatan 187 Desa.
Kabupaten Lampung Timur Kecamatan : ( 1. Pasir Sakti, 2. Mataram Baru, 3. Melinting, 4. Waway Karya, 5. Braja Selebah, 6. Raman Utara dan 7.  Kecamatan Metro Kibang)
Kabupaten Lampung Utara
Kecamatan : (1. Kotabumi Selatan, 2. Kotabumi Utara, 3. Abung Selatan dan 4. Kec Abung Semuli)
Kabupaten Way Kanan
Kecamatan : ( 1. Gunung Labuhan, 2. Negeri Agung, 3. Negara Batin, 4. Negeri Besar, 5. Bahuga dan 6. Kecamatan Way Tuba)
Sasaran lokasi adalah lokasi yang telah ditetapkan dalam Srategi Nasional Pembangunan Daerah Tertinggal sesuai dengan Keputusan Mentri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) Nomor : 001/Kep/M-PDT/02/2005 meliputi 8 Propinsi, 32 Kabupaten, 186 Kecamatan dan 2.482 Desa. Pada 2009 telah berubah menjadi 10 propinsi yang tersebar di Indonesia. Daerah tertinggal adalah dimana daerah relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional, Suatu daerah dikategorikan sebagai daerah tertinggal.1. Geografis; umumnya daerah tertinggal relatif sulit dijangkau oleh jaringan baik transportasi maupun media komunikasi. 2. Sumber Daya Alam; di beberapa daerah tidak memiliki potensi sumber daya alam yang besar namun lingkungan di sekitarnya merupakan daerah yang dilindungi, atau daerah tertinggal akibat pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan. 3. Sumber Daya Manusia; pada umumnya masyarakat di daerah tertinggal mempunyai tingkat pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan yang relatif rendah serta kelembagaan adat yang belum berkembang. 4. Prasarana dan Sarana; keterbatasan prasarana dan sarana menyebabkan masyarakat di daerah tertinggal mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan sosial. 5. Daerah Rawan Bencana dan konflik Sosial; keadaan ini dapat menyebabkan terganggunya kegiatan pembangunan sosial dan ekonomi. 6. Kebijakan Pembangunan yang tidak tepat, antara lain kurang memihaknya pada pembangunan daerah tertinggal, kesalahan pendekatan dan prioritas pembangunan, serta tidak dilibatkannya kelembagaan masyarakat adat dalam perencanaan dan pembangunan. Untuk memperbaiki kondisi di atas, pemerintah mencanangkan revitalisasi pertanian dan pembangunan perdesaan, yang merupakan salah satu pilar pembangunan nasional yang harus didukung dengan pemenuhan kebutuhan pendukung produksi (khususnya pertanian), pendukung pasca produksi (khususnya pemasaran), dan pemenuhan – pemenuhan dasar petani dan keluarganya (air bersih). Penyediaan infrastruktur perdesaan ini ditujukan untuk membuka peluang untuk mendukung kegiatan produksi, ekonomi, dan social yang merupakan faktor-faktor penting dalam pengembangan perdesaan. Tercapainya sasaran dan tujuan program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa karena terbukanya kawasan dan keterisolasian desa dan meningkatnya arus keluar masuk barang, terjaminnya air irigasi, dan air minum sebagai kebutuhan dasar, serta prasarana perdesaan lainnya yang akan menunjang meningkatnya produksi dan produktivitas masyarakat desa, serta akan memperkuat komoditi ekonomi perdesaan yang potensial untuk berkembang (pedum/ptp).
Email :

lampungppdtk@gmail.com
taufik_co_id@yahoo.com

Dipublikasi di M.Taufik | 2 Komentar